Reformasi Ekonomi Kuba

Saat ini, rakyat Kuba sedang menanti reformasi ekonomi negara mereka pasca wafatnya pemimpin revolusi Kuba Fidel Castro, Sabtu (26/11).

Raul Castro dan Barack Obama

Masyarakat Kuba yakin akan terjadinya reformasi ekonomi. Selama ini pemimpin revolusi Kuba - Fidel Castro - selalu menahan ide Raul Castro (adik Fidel Castro), yang ingin mengubah sistem ekonomi yang dianut oleh kakaknya dengan reformasi sistem ekonomi yang baru. Kematian kakaknya akan memberinya ruang untuk melakukan reformasi ekonomi. Demikian, seperti yang ungkap oleh Senior Director Cuba Working Group Alana Tummino, seperti dilansir NBC. Sejak Castro menyerahkan tampuk kekuasaan kepada adiknya, 10 tahun lalu, Raul telah memulai membuat sejumlah perubahan.

Upaya Raul tersebut ditunjuk dengan kesepakatan Raul dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada 2014 yang sempat membuat dunia terkejut. Havana dan Washington setuju untuk memulihkan hubungan kerja sama diplomatik.

Amerika Serikat dan Kuba pun, kini telah membuka kedutaan besar mereka dimasing - masing negara dan juga membuka jalur penerbangan. Rakyat Kuba larut dalam suka cita menyambut terobosan tersebut. Demikian juga dengan warga Kuba yang berimigrasi ke AS atau negara lain.

Persoalannya saat ini, bagaimana dengan kebijakan pemimpin Amerika Serikat berikutnya, yakni Donald Trump? Apakah ia (Trump) akan menindaklanjuti kesepakatan yang sudah dibuat oleh Obama dan Raul? Kita tunggu saja. Temukan Berita Santara di Google, Bing, Yahoo untuk artikel mengenai Reformasi Ekonomi Kuba ini.


0 Response to "Reformasi Ekonomi Kuba"

close
Banner iklan disini